Jumat, 27 Maret 2020

tugas 4

SEDERHANA


   Tiga hari yang lalu, Hari itu aku harus pergi mengurus tiket untuk penerbangan ku ke London yang seharusnya sudah di urus satu minggu yang lalu, namun aku menundanya karena masih berfikir untuk pergi meninggalkan keluargaku disini. Dan akhirnya aku meminta waktu seminggu untuk berfikir setelah satu minggu berlalu aku sudah memutuskan untuk berangkat ke London dan meninggalkan keluargaku disini.
   Setelah mengurus tiket dan mempersiapkan barang barang ku aku pun berpamitan kepada keluargaku lalu pergi menuju ke bandara. Setalah menunggu hampir 30 menit aku dibandara akhirnya jadwal penerbangan yang ditunggu pun tiba. Didalam pesawat aku hanya melamun memikirkan keluargaku karena jujur aku masih ingin bersama mereka satu minggu lagi. salah satu pramugari menyadarkan aku dari lamunan ku dan ia membawa makanan untuk ku.


   Setelah aku makan aku pun membaca novel yang ku bawa hingga akhirnya aku tertidur. Setelah kurang lebih 14 jam aku di pesawat akhirnya pesawatpun mendarat di London. Akupun keluar dari bandara tersebut lalu pergi menuju hotel yang sudah aku pesan 2 hari yang lalu. Sesampainya aku di hotel aku membereskan barang barangku. lalu aku menyeduh susu dan meminumnya sambil duduk di balkon dan menikmati pemandangan di London dengan cuaca yang mendung.

   Beberapa menit sudah aku di balkon aku terpikirkan lagi keluarga ku karena aku pergi ke London saat ibu ku sedang sakit aku terpaksa karena jika tidak sekarang aku tidak akan bisa mengambil kesempatan beasiswa ini lagi. Pada saat aku berpamitan pergi aku tidak menangis karena disana keluarga besarku sedang berkumpul.Aku pun benci menangis di depan umum karena kelihatannya seperti orang yang paling kasihan, lemah dan menyedihkan.


   Tidak terasa ternyata air mata ku pun berjatuhan di pipiku setelah aku menyadarinya bukananya aku berhenti menangis malah semakin menjadi jadi dan aku langsung berlari ke kasur. setelah beberapa menit aku menangis mataku menjadi sembab dan sebungkus tisu penuh yang disediakan pun hampir habis hanya dalam waktu sekejap. Tapi otak dan hati yang tadinya berkecamuk pelan pelan menjadi tenang dan lega.
   Matahari jam 10 pagi ini memenangkan pertandingan melawan rintik hujan dan langit kelabu entah berapa menit aku terpana melihat cuaca mendung yang berubah menjadi cerah ini yang pasti saat aku kembali ke realita,wajah ini tidak lagi memerlukan selembar tisu memang tidak ada yang lebih indah dari ini. Hal sederhana yang bisa membuatku tenang dan bahagia kembali.
Terimakasih semesta dan juga Penciptanya.
   Sesederhana itu, damai datang bukan hanya dari kitab suci, tapi juga lewat matahari yang hadir mengusir mendung untuk mengeringkan pipi yang seketika basah akibat air mata yang sama sekali tidak mau di ajak kompromi. Matahari,sepoi angin,melodi kicauan burung,atau aroma tanah setelah hujan bisa jadi itu adalah bisikan penyejuk hati dari semesta kepada kita, Manusia yang perlu sedikit lebih Peka.